top of page

Upaya reflektif di upaya daftar-daftaran

  • Eka Wahyuni
  • Oct 5, 2021
  • 2 min read

Akhir-akhir ini banyak sekali panggilan terbuka untuk residensi dan pertunjukan. Ini seperti angin segar bagi para seniman. Hal yang paling menarikku selama ini dalam proses pendaftaran tersebut adalah pengisian formulir.


Aku jadi ingat ketika beberapa tahun lalu aku mulai aktif mendaftar panggilan terbuka tersebut, aku kesulitan untuk menjawab pertanyaan yang diberikan. Pikirku saat itu adalah, bagaimana semua jawabanku bisa memuaskan para juri. Alhasil aku terpusat dengan memikirkan kemungkinan jawaban yang akan disukai mereka dan tidak melihat diriku sendiri. Tidak heran jawaban-jawabanku saat itu terlihat sangat pretentious, dan tidak jujur. Tidak heran pula kalau akhirnya aku ditolak. Dulu aku sangat menyalahkan diriku ketika mendapatkan penolakan, tapi aku tetap bangkit. Mencoba dan mencoba lagi.


Sampai di satu titik, aku kemudian menyadari beberapa hal. Ini ketika aku mengulas kembali formulir-formulir yang sudah aku isi, bercerita ke beberapa teman, dan terlibat langsung di balik layar beberapa program. Melihat suatu program dan arah politiknya sangat penting ternyata. Dan yang tidak kalah penting juga, melihat diriku sendiri yang akan terlibat di program itu. Semua tentang sinergi. Jadi memahami secara baik apa yang program tawarkan dan apa yang diriku bisa ditawarkan sangat sangat sangat penting.


Dulu aku merasa bahwa mungkin aku kurang kompeten. Dan... mungkin ada benarnya karena saat itu aku belum banyak menciptakan karya dan tidak terlalu banyak mengikuti kegiatan seni. Aku saat itu memang masih baru di dunia seni karena aku bukan berasal dari lingkaran tersebut. Aku baru berani menciptakan tari kontemporer di tahun 2016 ketika umurku sudah 27 tahun. Saat itu aku baru meraba-raba dan memproses semuanya dengan pengalaman seadanya. Tiga tahun kemudian aku baru menyadari bahwa aku sangat suka dengan isu-isu sosial, budaya dan sejarah, Ini juga tidak terlepas dengan praktikku yang selalu mengarah ke kearsipan. Aku juga secara tidak sadar diarahkan semesta sesuai dengan fokusku ke orang-orang yang fokusnya juga sama. Keterlibatanku dengan program-program dan orang-orang inilah yang sepertinya saat ini juga mempengaruhiku dalam mengisi formulir dan juga bagaimana porotofolioku. Iyap, portofolio menajdi sangat penting bagi seorang seniman karena bisa jadi ini tolak ukur para juri. Aku bilang 'bisa saja', karena tidak semua berdasarkan ini. Tapi tetap ini tidak hanya tentang portofolio, tapi bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di dalam formulir secara tepat. Sepertinya, baru di tahun 2020 aku bisa menentukan formula yang tepat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Kata kunci yang terpenting adalah : diri sendiri.


Di postingan selanjutnya, aku akan membagikan beberapa formulir yang aku isi. Aku akan memlih formulir yang aku diterima sebagai partisipant. Semoga dengan ini kita bisa belajar bersama lagi :)




Comments


Post: Blog2_Post

Subscribe Form

Thanks for submitting!

©2018 by Portaleka. Proudly created with Wix.com

  • Instagram
bottom of page