
Ruang Temu
Ruang Temu adalah ruang untuk berbagi, memahami, dan merefleksikan praktik tari dengan yang terjadi di sekitar. Ruang Temu pada awalnya adalah karya tari yang diciptakan oleh Eka Wahyuni pada tahun 2016 yang dipentaskan di Yayasan Kampung Halaman dan Lanjong Art Festival. Seiring waktu, dengan bertambahnya kebutuhan Eka akan ruang dialog mengenai tari secara kritis dan reflektif, maka Ruang Temu kemudian dialih wahanakan dari karya menjadi ruang diskusi.

Ruang Temu "Kalanari Theatre Movement". Wapres Lumbini. Minggu, 15 April 2018, pkl 19.00 - 21.30 WIB. Sharing session proses kreatif 'Moro: A Fashion Story' bersama Dina Triastuti (Sutradara) dan Gandez Sholihah (Pimpinan Produksi). Moro: A Fashion Story adalah pertunjukan dari Kalanari Theatre Movement yang mengangkat tentang suku Moro yang berada di pulau Morotai. Pertunjukan ini merupakan salah satu karya terpilih di ruang kreatif seni pertunjukan yang diadakan oleh Bakti Budaya Djarum Foundation dan Garin Workshop. Pada Ruang Temu kali ini, Dina dan Gandez akan membagikan proses kreatif selama proses penciptaan karya; dimana kostum (fesyen) yang biasanya dijadikan elemen pendukung pementasan, pada karya ini kostum dijadikan titik keberangkatan eksplorasi. Gandez juga akan membagikan ilmu yang dia dapat selama mengikuti workshop seni pertunjukan hingga pitching proposal. Ruang Temu ini terbuka untuk umum dengan reservasi terlebih dahulu. Narahubung : Echa 085292852903 | Instagram @portaleka.

Ruang Temu #2 bersama Linda Agnesia Sabtu, 19 Mei 2018 Pkl 15.30 - 18.00 WIB di Galeri Kelas Pagi Yogyakarta Creative Space Free dengan reservasi Peta Mental : Refleksi dari Keterlibatan Sporadis yang Terbentang Antara Cemeti dan Indonesian Dance Festival Pada pertemuan Ruang Temu #2 kali ini, kita akan bertemu dengan Linda Agnesia yang akan berbagi tentang pengalaman keterlibatannya di dalam returkturisasi organisatoris di Cemeti dan kebijakan kuratorial di Indonesian Dance Festival. Selain itu secara bersama sama kita akan mengelaborasi tatapan kita pada dinamika dan keberagaman praktik seni tari di sekitar kita.

Ruang Temu #3 "Saling Silang Proses" Kamis, 20 September 2018 Pkl 19.00 - 21.30 WIB Di Lumbini Warung Apresiasi @wapreslumbini Info dan reservasi Echa 085292852903 Ruang Temu #3 menghadirkan @silviadewimartha dan @susantriahmad dengan moderator @galihpraka. Keduanya mempunyai proses yang dinamis dalam ranah tari. Keduanya merupakan mahasiswa pascasarjana ISI Yogyakarta dengan minat penciptaan tari. Selain itu keduanya juga berproses di beberapa tempat dengan para seniman dari berbagai macam disiplin dan aktif sebagai manager suatu komunitas seni. Melalui perlintasan yang mereka lalui, dalam Ruang Temu ini mereka akan berbagi proses dan temuan proses yang mereka dapat sebagai seniman tari. Ruang Temu merupakan sebuah wadah untuk berbagi, mendengar, dan belajar bagi siapapun yang tertarik dengan seni tari dan dinamikanya. Ruang Temu ini gratis dan terbuka untuk umum dengan reservasi terlebih dahulu.

Ruang Temu #4 : Menjadi Pemagang Bersama Eka Wahyuni, Gandes Sholihah dan Dina Triastuti Kamis, 6 Desember 2018 Pkl 19.00 Di Galeri Kelas Pagi Yogyakarta Jl. Brigjen Katamso, GM II/1226, Prawirodirjan, Gondomanan, Yogyakarta Magang Nusantara adalah program magang yang diadakan oleh Yayasan Kelola dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang seni melalui praktek kerja di organisasi seni budaya terkemuka. Eka, Dina dan Gandes merupakan seniman terpilih dalam program Magang Nusantara. Eka terpilih sebagai pemagang pada tahun 2018 di Goethe Institut Jakarta, Gandes pada tahun 2017 di Teater Satu Lampung dan Dina pada tahun 2008 di Kine Forum Jakarta. Selama 3 bulan, mereka mempelajari banyak hal mengenai manajemen hingga penulisan dan keaktoran di tempat magang masing masing. Pada Ruang Temu #4 ini, Eka, Dina dan Gandes akan membagikan pengalaman keterlibatan mereka selama mengikuti program Magang Nusantara Yayasan Kelola dan kemudian secara bersama sama direfleksikan pada praktik manajemen seni pertunjukan di Yogyakarta, khususnya tari dan teater. Ruang Temu merupakan sebuah wadah untuk berbagi, mendengar, dan belajar bagi siapapun yang tertarik dengan s

Ruang Temu #5 - "Menjejaki Labak" Pemutaran dan diskusi film Edisi Ruang Temu kali ini berangkat dari ketertarikan Portaleka pada film dokumenter Labak yang menyorot kehidupan masyarakat suku Dayak Kenyah di Kampung Merasa, Kalimantan Timur. Film dokumenter besutan Anindya Nabilah ini menceritakan mata pencaharian salah satu keluarga (ayah dan anak) suku Dayak Kenyah yang tinggal di Kampung Merasa dan relasi antar kegiatan mereka. Di satu sisi, pekerjaan mereka sangat bertolak belakang namun di sisi lain pekerjaan mereka sama sama tergantung pada kelestarian hutan di sepanjang Sungai Kelay. "Menjejaki Labak" berusaha untuk melihat sisi lain dari Labak untuk membangun perspektif melalui persepsi persepsi terhadap kehidupan suku Dayak Kenyah. ditemani oleh : Titah AW Anindya Nabilah Mega Kurnia Yaumil Fajar Azwar Ahmad Sabtu, 22 Februari 2020 Galeri Kelas Pagi Yogyakarta Jl. Brigjen Katamso, Prawirodirjan, Kec. Gondomanan, Yogyakarta. Pkl 19.00 - selesai Gratis dan terbuka untuk umum Mohon konfirmasi kedatangan ke : 085292852903 Ruang Temu #5 didukung oleh Sanggar Seni Kinanti Sekar

Ruang Temu (Virtual) #6 Lintasan Virtual - Menelisik Proses Kreatif Film Tari Diselenggarakan oleh Portaleka bersama Nia Agustina dan Wahyu Utami Minggu, 17 Mei 2020 pkl 15.00 WIB Melalui aplikasi Zoom Merekam sebuah karya tari melalui medium kamera memang sudah lama dilakukan oleh banyak koreografer Indonesia sebagai usaha untuk mendokumentasikan karya. Namun semakin lama usaha dokumentasi ini perlahan berkembang menjadi usaha membuat karya tari itu sendiri. Ada beberapa momentum yang semakin memperjelas usaha ini, diantaranya danc(E)motion - International dance on screen festival (2005), IDF (2012), Imajitari - International Dance Film Festival (2018, 2019), Jakarta Dance Carnival (2018, 2019), dan yang terbaru adalah Distance Parade (2020). Di kanal - kanal tersebut, estetika karya tari para koreografer terlihat beragam karena pendekatan medium kamera yang dilakukan juga beragam. Ruang Temu (Virtual) #6 kali ini ingin mengundang Anda untuk menjelajahi proses kreatif di film dan tari bersama narasumber Wahyu Utami dan Nia Agustina sebagai pemantik diskusi dan bersama sama melihat peluang apa saja yang muncul ketika kamera digunakan sebagai medium dalam tari. Selain itu, penjela
